"Lanjutkan Kasus Anggodo Widjojo"
Penghentian kasus Chandra-Bibit bukan berarti kasus soal Anggodo Widjojo juga berhenti.
Senin, 30 November 2009, 14:25 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Fadila Fikriani Armadita
Anggodo Widjojo (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kejaksaan Agung berencana menghentikan kasus penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan yang menyeret dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka. Namun, bukan berarti kasus ini berhenti begitu saja.

"Harus dilanjutkan dengan memproses perkara Anggodo Widjojo," kata penasehat hukum bbit Samad Rianto, Taufik Basari kepada wartawan, Senin 30 November 2009. Anggodo Widjojo adalah pengusaha yang diduga menggelontorkan uang Rp 5,1 miliar untuk menghentikan penyidikan KPK atas kasus korupsi Sistim Komunikasi dan Radio (SKRT).

Anggodo mengaku uang ini diserahkan ke petinggi KPK melalui kurir Ary Muladi. Belakangan Ary membantah pengakuan Anggodo itu. Ary menyatakan bahwa uang itu ia gunakan untuk keperluannya sendiri dan sisanya, ia serahkan ke kawannya, Yulianto.

Menurut Taufik, penghentian kasus ini bukan berarti perkara Anggodo dihentikan juga. "Justru ada kewajiban bagi penyidik Mabes Polri dan KPK," kata dia, usai pelimpahan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Pengacara yang akrab dipanggil Tobas ini berharap penyidik KPK dan Kepolisian bisa menuntaskan proses perkara Anggodo. "Biar semua terungkap," pungkasnya

• VIVAnews
 
komentar
Pemerhati
30/11/2009
Gua ga ngerti jalan pikiran si Tobas ini...apa ga' ngerti dia kalau bola panas ANGGODO lagi "ditendang" ke KPK? SIMAK FAKTA BERIKUT : Anggodo mengaku uang ini diserahkan ke petinggi KPK melalui kurir Ary Muladi. Belakangan Ary membantah pengakuan Anggodo itu. Ary menyatakan bahwa uang itu ia gunakan untuk keperluannya sendiri dan sisanya, ia serahkan ke kawannya, Yulianto...LHA KALAU SAKSI SATU-SATU-nya SDH MEMBANTAH mau apa lagi?
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA KORUPSI TERPOPULER