|
VIVAnews - Komisaris Jenderal Susno Duadji resmi mengakhiri jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia digantikan Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto, Koordinator Staf Ahli Kapolri.
"Pak Ito mungkin satu-satunya Kepala Bareskrim yang bergelar doktor hukum," kata penasehat ahli Kapolri, Bachtiar Aly, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 25 November 2009.
Menurut Bachtiar, secara pribadi dirinya mengenal Ito sebagai seseorang dengan integritas yang tinggi. Ito dinilai sebagai anggota polisi yang memiliki intelektual vision.
"Intelektual, karena dia itu doktor hukum lulusan Universitas Padjajaran," ujar guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini.
Maka itu, Bachtiar mengaku sangat yakin bahwa Ito Sumardi dapat melanjutkan 'perjuangan' Bareskrim. Catatan penting bagi Ito dari Bachtiar adalah komunikasi kepada publik dan media.
"Pak Ito harus ramah dengan media, siap menerima kritik, berbenah diri dan tetap memperhatikan etika profesi," jelas Bachtiar.
Tiga Kepala Bareskrim sebelum Ito tidak ada yang bergelar Doktor. Ketiga mantan Kabareskrim itu yakni, Bambang Hendarso Danuri, Makbul Padmanegara, dan Suyitno Landung. Ketiganya bergelar Drs.
Semalam, Selasa 24 November 2009, Komisaris Jenderal Susno Duadji resmi mengakhiri jabatannya sebagai Kepala Badana Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia digantikan Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto, Koordinator Staf Ahli Kapolri.
Pencopotan ini didasarkan pada telegram rahasia bernopol 618/XI/2009 tanggal 24 November 2009. Kapolri kemudian menunjuk Irjen Pol Ito Sumardi sebagai Kabareskrim. Susno kini menjadi perwira tinggi Polri nonjob.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews