Ito, Satu-satunya Kabareskrim Bergelar Doktor
Tiga Kepala Bareskrim sebelum Ito tidak ada yang bergelar Doktor.
Rabu, 25 November 2009, 11:21 WIB
Ismoko Widjaya
Komisaris Jendral Polisi Ito Sumardi (Facebook)

VIVAnews - Komisaris Jenderal Susno Duadji resmi mengakhiri jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia digantikan Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto, Koordinator Staf Ahli Kapolri.

"Pak Ito mungkin satu-satunya Kepala Bareskrim yang bergelar doktor hukum," kata penasehat ahli Kapolri, Bachtiar Aly, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 25 November 2009.

Menurut Bachtiar, secara pribadi dirinya mengenal Ito sebagai seseorang dengan integritas yang tinggi. Ito dinilai sebagai anggota polisi yang memiliki intelektual vision.

"Intelektual, karena dia itu doktor hukum lulusan Universitas Padjajaran," ujar guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini.

Maka itu, Bachtiar mengaku sangat yakin bahwa Ito Sumardi dapat melanjutkan 'perjuangan' Bareskrim. Catatan penting bagi Ito dari Bachtiar adalah komunikasi kepada publik dan media.

"Pak Ito harus ramah dengan media, siap menerima kritik, berbenah diri dan tetap memperhatikan etika profesi," jelas Bachtiar.

Tiga Kepala Bareskrim sebelum Ito tidak ada yang bergelar Doktor. Ketiga mantan Kabareskrim itu yakni, Bambang Hendarso Danuri, Makbul Padmanegara, dan Suyitno Landung. Ketiganya bergelar Drs.

Semalam, Selasa 24 November 2009, Komisaris Jenderal Susno Duadji resmi mengakhiri jabatannya sebagai Kepala Badana Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Dia digantikan Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto, Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Pencopotan ini didasarkan pada telegram rahasia bernopol 618/XI/2009 tanggal 24 November 2009. Kapolri kemudian menunjuk Irjen Pol Ito Sumardi sebagai Kabareskrim. Susno kini menjadi perwira tinggi Polri nonjob.

ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Bavink
25/11/2009
Banyak penjabat bergelar pofesor akhirnya masuk bui.. Doktor atau Drs tak jaminan bagi bangsa ini punya penegak hukum yang bersedia mendorong pesatnya kamakmuran di segala bidang. Adat istiadat sudah tertanam "Aksi tipu-tipu lobi dan upeti jagonya," keharusan bagi pejabat menumpuk kekayaan. Kuncinya asal bagi rata tak bakal digelandang ke dalam sel seperti Suyitno Landung dan mantan Kapolri bekas Dubes Malaysia (tak ingat namanya krn jarang disebut-sebut oleh media).
antisby
25/11/2009
...setau gua sich, yang jadi presiden juga ada yang pake gelar doktor
attoksuprapto
25/11/2009
DR bukan jadi ukuran keadilan dan kelakuan ,semua tergantung niat,hati,yang dimiliki rasa adil bukan tergantung pada pasal dan dalih semata ...................cermatilah hala hal yang kecil................
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.