Effendi Ghazali Buat Pidato Tandingan
Soal Pidato, Effendi Pertaruhkan Gelar Doktor
"Kalau pidato lebih baik, saya harus melepas gelar doktor saya."
Selasa, 24 November 2009, 20:02 WIB
Elin Yunita Kristanti, Mohammad Adam
Presiden SBY pidato soal kasus Century dan Bibit-Chandra (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Effendi Ghazali, membuat pidato 'tandingan'. Kata dia pidato itulah yang seharusnya dibacakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin 23 November 200 malam terkait keputusan atas hasil rekomendasi Tim 8.

"Sebagai orang yang memperhatikan dan meneliti komunikasi politik, saya sungguh bermimpi pidato presiden SBY tadi malam, 23 November jadi lebih ringkas, lugas, tidak berbelok-belok, hanya memuat tiga poin saja,"  ujar Effendi dalam diskusi dengan pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa 24 November 2009.

Effendi mengatakan bahwa sebenarnya pidato tandingan yang dibuatnya ini 70 persen mengadopsi dari pidato SBY semalam. Adapun 30 persennya lagi merupakan gubahan Effendi.

"70 persen diambil dari pidato presiden semalam, yang saya masukkan hanya 30 persen yang seharusnya disampaikan SBY tadi malam, yang sebenarnya menurut saya, yang 30 persen itulah yang diharapkan oleh masyarakat agar disampaikan presiden tadi malam," kata Effendi.

30 persen itu kata Effendi merupakan apa yang ditafsirkan para pemimpin media dari pertemuan dengan presiden. "Sebenarnya itu kerangka yang sudah terbangun di benak para pemred media dari pembicaraan dengan Presiden," kata Effendi.

Namun Effendi berani bertaruh gelar doktornya, bahwa masyarakat akan lebih memilih pidato yang dia buat yang dibacakan oleh presiden dibanding pidato presiden yang disampaikan tadi malam.

"Anda boleh tanya kepada masyarakat mana yang akan lebih mereka pilih untuk disampaikan presiden tadi malam, pidato beliau semalam atau pidato seperti yang saya buat, yang disampaikan," kata Effendi.

"Kalau mereka mengatakan bahwa pidato presiden semalamlah yang lebih baik, lebih bagus, saya harus melepas gelar doktor saya. Saya kembalikan saja gelar itu ke kampus lagi. Kalau begitu kan ternyata saya tidak pantas menyandang gelar doktor di bidang komunikasi politik," tambah dia.

• VIVAnews
 
komentar
kalaluki
24/11/2009
Ass.bang Efendi sampai berani bertaruh gelar doktornya, saya pasti dukung pidato abang, memang seharusnya pidato presiden kemarin seperti yang abang sampaikan dan itu yang diinginkan masyarakat indonesia, bukan pidato yg masiih bersayap, selamat bang efendi
M. Suharjo
24/11/2009
posisi presiden bukanlah presiden satu golongan/kumpulan/masyarakat tertentu..tapi presiden adalah milik rakyat...untuk itu menurut pendapat saya yang awam akan komunikasi politik..pidato beliau sudah tepat..tinggal pelaksana lapangan yang menginterpretasikan sendiri apa yang harus dilaksanakan dengan kebijakan ini...
su
24/11/2009
tentu saja dengan pidato seperti itu pak Effendi tidak bisa jadi presiden... krn kurang mempesonakan....
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA KORUPSI TERPOPULER