Rekomendasi Tim Delapan
"SBY Seolah Terbelah Dua & Berkelahi"
Waktu satu minggu terlalu lama bagi rakyat untuk menunggu sikap tegas presiden.
Jum'at, 20 November 2009, 16:58 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila
Tim Delapan Serahkan Rekomendasi ke Presiden (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menunjukkan sikap tegas terkait rekomendasi Tim Delapan atau Tim Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Masyarakat diminta menunggu jawaban presiden pada Senin pekan depan, 23 November 2009.

"Presiden seharusnya ucapkanlah sesuatu, bahwa dia oke dengan risikonya," kata Pakar Filsafat Poltik Universitas Indonesia, Rocky Gerung, dalam diskusi 'Bagaimana Mengelola Pemerintahan Baik', di Gedung DPD RI, Jumat, 20 November 2009.

Menurutnya, waktu satu minggu terlalu lama bagi rakyat untuk menunggu ketegasan presiden untuk mengakhiri konflik yang membenturkan antara Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi itu. Padahal, dalam situasi saat ini, ketegasan presiden diperlukan segera untuk meredam keresahan masyarakat.
 
Ia justru melihat presiden membuat keadaan mengambang, seolah memberi angin segar atas rekomendasi Tim Delapan, tapi di sisi lain mempertahankan kekuatan kepolisian dan kejaksaan. "Jadi seolah SBY dibelah jadi dua, terus dia berkelahi dengan dirinya sendiri. Jadi SBY versus SBY yang menang SBY," ujarnya. 

Sebelum menggelar rapat untuk membahas hasil rekomendasi Tim Delapan, SBY mengatakan, "Jangan sampai saya sebagai presiden didorong, dipaksa untuk mengambil langkah yang bukan kewenangan saya, itu melanggar undang-undang."

Dalam rekomendasi setebal 31 halaman itu, Tim Delapan meminta presiden, di antaranya, untuk menghentikan kasus Bibit dan Chandra, mengusut keterlibatan Kabareskrim Komjen Susno Duadji dalam kasus Bank Century, reposisi personel penegak hukum, dan pemberantasan makelar kasus di tubuh penegak hukum.

Presiden berencana mengumumkan sejumlah langkah atas rekomendasi itu pada Senin, 23 November 2009.

• VIVAnews
 
komentar
antonius anjar
20/11/2009
bosen lht SBY... ngomongnya mkn nggak penting.. nggak fokus kerjanya dan nggak punya sikap...
sialan
20/11/2009
mengambil keputusan bukanlah suatu hal yang mudah.......apalagi dalam situasi politik sekarang....DEMOKRAT....sedang dikeroyokin oleh beberapa partai....yang menurut saya partai-partai yang kalah mereka bergabung berusaha menjatuhkan sang PRESIDENT RI yang bijaksana ini.dan pada akhirnya mereka akan saling sikut-sikutan jg....menurut saya mereka seperti penjajah
abu kawni
21/11/2009
ya klo liat gajah hanya pd gadingnya aje... maka tak kan pernah Tau ada kotoran dlm tubuh gajah... pdhal gading & kotoran sama2 ada dlm satu tubuh gajah... Ya klo liat KPK dr "kesuciannya" mberantas korupsi doank.. maka tak akan pernah tau adanya kebobrokkan dr oknum pimpinan di didalmnya.... pandanglah KPK scr utuh... niscaya cara pandang kita lebih proporsional.. dan bukan cuma sekedar "cinta buta"
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.