Kasus KPK
Polisi Buru Yulianto ke Surabaya
Yulianto adalah sosok misterius dimunculkan Ary Muladi, saksi kunci kasus Bibit-Chandra.
Minggu, 8 November 2009, 19:50 WIB
Arfi Bambani Amri
Ary Muladi, saksi kunci kasus KPK, temui TPF (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Keberadaan Yulianto, tokoh kunci kasus Bibid Samad Riyanto-Chandra M Hamzah, masih misterius. Ary Muladi mengaku Yulianto bukanlah tokoh fiktif, namun pihak Anggodo Widjoyo meragukan keberadaannya. Tim 8 juga bertanya-bertanya tentang sosok yang dinilai menjadi missing link (mata rantai yang hilang) kasus ini.

Sementara Tim Mabes Polri dikabarkan turun ke Surabaya untuk mencari Yulianto dan Latif yang disebut-sebut Ary Muladi (saksi dalam kasus rekaman KPK-Polri). Hal itu terungkap dari pernyataan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti di Surabaya, Sabtu 7 November 2009. ”Kasus itu ditangani Polri, karena itu tim Mabes Polri yang turun ke Surabaya, kami hanya membantu," katanya.

"Kami sendiri tidak tahu informasi soal itu, sebaiknya tanyakan Mabes Polri saja," tambahnya Pudji Astuti, tanpa menyebut waktu tim Mabes Polri turun ke Surabaya.

Dalam keterangannya di depan Tim 8, Sabtu kemarin, Ary Muladi mengaku, tidak mengenal dan tidak menyerahkan uang dari Anggodo secara langsung kepada Deputi Penindakan KPK, Ade Raharja. Menurut dia, uang Rp5,1 miliar dari Anggodo Widjojo diserahkan kepada Yulianto yang dikenalnya di Surabaya (alamatnya Dharmahusada Indah, Surabaya).

"Sosok Yulianto itu benar-benar ada, dia bertubuh atletis dengan alis mata lurus agak naik ke atas," katanya, seraya membantah bila menyerahkan uang langsung ke Ade Rahardja.

Selain itu, Ary juga mengaku dirayu penyidik Direktorat III Mabes Polri agar kembali ke BAP pertama. "Ada rayuan berkali-kali (dari penyidik Direktorat III Mabes Polri), jadi kalau saya kembali ke BAP pertama (menyerahkan uang secara langsung ke Ade Rahardja), saya akan dibebaskan," katanya.

Belum terungkapnya sosok Yulianto juga menjadi pertanyaan Tim 8. "Sampai sekarang ada missing link yang jadi pertanyaan yakni soal penyebutan Yulianto. Masih jadi pertanyaan besar tentang Yulianto ini," kata anggota Tim 8, Anies Baswedan.

Dia mengatakan, Tim 8 melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap Ary Muladi. Namun tidak ada hal yang baru yang didapat dari keterangan Ary. "Ada banyak hal yang dibahas tapi belum ada hal yang luar biasa baru. Juga tidak ada informasi yang baru apakah ada pemberian uang ke KPK," jelasnya.

Namun soal Ary yang menerima uang, memang dibenarkan. Ary mencabut BAP pertama karena merasa informasi awal yang dia berikan tidak sesuai. "Kalau soal Ary dapat uang memang ada," katanya.

Meski begitu Tim 8 akan tetap me-review kembali keterangan Ary. "Kita akan me-review kembali apakah Ary melakukan kebohongan atau tidak." Namun hari ini, Anies menyatakan, keterangan Yulianto tidak benar-benar diperlukan.

Di sisi lain, pihak Anggodo Widjoyo meragukan keberadaan Yulianto. Pengacara Anggodo, Bonaran Situmeang, bahkan menantang Yulianto didatangkan. Saat menggelar jumpa pers di Hotel Treva, Sabtu, Bonaran menyatakan pihaknya tak percaya sosok Yulianto benar-benar ada. "Tunjukkan orangnya. Kalau memang ada, saya akan sobek kartu pengacara saya. Tunjukkan dulu," ujarnya.

Surabaya Post

• VIVAnews
 
komentar
lulu
08/11/2009
sobek satu tumbuh seribu :)
lukas haris
09/11/2009
Abang Bonaran,klo d robek nanti bermasalah dgn organisasi profesi, lbh baik mundur jd pengacara (Anggodo) riskx lebih kecil, hehehe........
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA KORUPSI TERPOPULER