Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK
KPK Yakin Ada Itikad Baik dari Polisi
KPK tetap yakin ada itikad baik dari polisi agar kasus tersebut menjadi terang.
Selasa, 27 Oktober 2009, 01:22 WIB
Eko Priliawito, Yudho Rahardjo
Bibit Samad Riyanto&Chandra M Hamzah (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku telah melakukan segala cara untuk melakukan penangkapan terhadap Anggoro Widjojo, terkait kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Saat jumpa pers di Gedung KPK, Ketua Sementara KPK, Tumpak Hatorangan Pangabean mengatakan, banyak kendala berhubungan dengan keberadaan yang bersangkutan di luar negeri

Namun, KPK tetap miliki keyakinan kepada polisi dan akan memberikan rekaman penyelidikan tersebut agar kasusnya menjadi terang.

"Ada itikad baik untuk itu. Tentunya, untuk membuat kasus menjadi terang," ujar Tumpak, Senin 26 Oktober 2009.

Saat ditanyai mengenai kesamaan isi dokumen tersebut dengan yang beredar di media, Tumpak tidak bisa menyampaikan hal itu.

"Tidak bisa mengatakan itu benar atau tidak benar, karena tidak akan menyampaikan isi kepada publik," ujar Tumpak lagi.

Dalam jumpa pers itu juga disampaikan, bahwa KPK  tidak akan memberikan  dokumen tersebut kepada siapapun, kecuali penegak hukum agar kasus ini menjadi jelas.

Sejumlah sumber VIVAnews mengungkapkan ada sebuah skenario kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra. Pembicaraan skenario kasus ini terekam dalam rekaman yang dimiliki KPK.

Rekayasa kasus itu diduga dilakukan oleh Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo--bos PT Masaro Radiocom yang kini adalah buronan KPK setelah menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan. Dia merancangnya bersama dengan petinggi Kejaksaan Agung.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

BERITA KORUPSI TERPOPULER